Paradigma Universum
Organum
sebagai seorang mahasiswa sosiologi, saya sangat antusias membaca maupun mencoba menyelami berbagai macam paradigma yang berkaitan sosiologi, hal menarik penulis untuk membagikannya karena ketika diberikan tugas individual dan di dalamnya ada suatu bacaan menarik dari dosen mata kuliah mengampu metodologi penelitian kulitatif. paradigma yang dikatakannya paradigma universum organamun adalah sebuah hasil dari karya tulisan beliau sendiri yang coba dielaborasikan dengan hand out multimetode penelitan kualitatif, hasil tulisannya yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk diterbitkan tulisannya di jerman pada beberapa waktu lalu yang berjudul "discourse of universum organum on revelation system"
Paradigma
yang melandaskan paradigmanya pada model
sistem turunnya wahyu, proses pewahyuan Al-Qur’an menajadi tonggak awal
revolusi islam adalah hal yang menjadi basic pemikiran paradigma ini dimana
diawali dengan kata “Iqra” yang diartikan perintah untuk membaca. Bahwa dengan
perintah membaca adalah awal pembebasan bagi manusia yang tertindas dan
perbudak akan kebodohan dan ketidaktahuannya, dengan mensyaratkan pengabdian
dan pengenalan Tuhan yang menciptakan, strategi inilah bersifat ideologis,
sehingga pemabaca terendus kekuatan moralistic-idealistiknya sebagaimana yang
dimaksud adhim.
Kontruksi
profektik mengacu pada strategi ilmu pengetahuan yang dimulai dengan paradigm
al-alaq sebagai landasan filosofis yang kemudian menyusul paradigm al-qalam
(menulis) sebagai sebuah visi peradaban. Dengan belajar pada proses pewahyuan
yang terjadi pada nabi Allah dimulai dengan proses membaca dengan mengisi
fakultas otak yang kemudian setelah sempurna maka masuk pada tahap cara
mengembangkan fakultas rohani melalui paradigm Al-Muzamil sebagai semagat
perdaban setelah kekuatan kecerdasan intelektual dan spiritual telang
matang maka tahap selanjutnya adalah
mengaplikasikannya dengan melakukan perjalanan yang sulit dengan paradigm
Al-mudatsir sebagai manajemen peradaban. Disini ketika seseorang telah ditempah
dengan intelektual spiritual (inteleksi) maka dia dinyatakan siap untuk membuat
perubahan baru dengan spirit ketangguhan pribadinya.
Dengan
dimulai dengan star prinsip imaniah dalam pikiran dan rohani, maka dia akan
menjadikan pedoman di dalam hidupnya dengan mengacu pada sifat yang dimiliki
malaikat, menauladani kepimpinan profetik, long life education, tidak pragmatis
serta taat kepada hukum. Maka yang dimaksudkan tasmara bahwa attitude adalah
hal yang penting yang dapat memberi dampak bagi lingkungannya. Sebenarnnya kita
telah lama diperbudak dengan kungkungan diletika historical marxis dan libido
sexual freud. Maka kita diajak untuk melihat dan mengaplikasikan kesuksen yang
diraih nabi muhamad SAW yang sukses membangun peradaban dimasanya yang memiliki
sifat keteladan yang luarbiasa dan ketangguhan pribadi yang tangguh dengan
inteleksi yang mumpuni.
Sehingga unsure intekleksi kepada
intelektual dan cendekia-cendekia menjadi harapan yang dihapkan terwujud.
Karena adanya kecenderungan kepesimisan karena dengan mengakarnya pemikiran
arisitotelian dan euclideanisme yang berabsis intelengensi rasional,
intelegensi artificial dan intelegensi digital. Yang hanya menjadikan agama
sebagai alat oleh para politikus untuk kamuflase masayarakat.
Implikasi dari paradigma profetik adalah
manusia insane sebagai puncak dari pengalamn dapat mengubah perilaku ketidak
baikan menjadi lebih baik, dan budak menjadi pemimpin serta manusia biadab
menjadi beradab. Ketika seseorang memiliki relasi hungan horizontal maupun
vertical yang berkembang maka dipasatikan dia terhindar dari tindakan
kemunafikan. Tidak hanya itu keberadan
paradigma profetik berbasis islam tidak bermaksud ikut-ikutam pro kontra
diskursus islamisasi sains. Kontruksi spiritual pra[rofetik, dalam proses
perjalananya adalh sebuah pembelajaran yang disebut zero mind process yang
berupaya menyingkar pengaruh-pengaruh buruk dari eksternal dan factor internal,
tetapi diisi dengan seluruh kekuatan (ilah-ilah)
yang membuat seseorang tergantung maka
tidak ada yang dapat mempengaruhinya kecual semeta-mata hanya bergantung kepada
tuhan un-sich.
Ditengah kedilemaan dan ketertindasan
yang dilakukan berbagai paradigm sebelumnya berbaasis modernism yang bersifat
materialistic ,idealism, rasionalisme, empirisme, kritisisme, dan pragmatis,
dan juga perangkap paradigm cartesan-newtonian yang mengandung paham
reduksionisme-atomistik bahwa alam sebagai mesin mati dengan mengabaikan
simbolik dan kualitatif. Tanpa nilai, cita, ras, dantanpa etis dan tanpa
estetis serta hampa nilai spritualitas.
Kanker epistemology inilah yang bisa menjadi pembawa jalan keluar untuk
meluluhkan hati nurani para kaum elite di tengah masyarakat kontemporer. Yang
mengajak kita untuk menjelajahi intuitif dan spiritual, dengan mengharapkan
diskursus universum organum yang secara spesifik dengan paradigm profetik dan
sistem turunnya wahyu, hal ini guna melawan akan serangan tertium organum yang
menggunakan logika deduktif Aristotelian dan induksi empiric.
Peluang
Dan Tantangan
Persoalan muncul akan adanya stigmasisai
bahwa kajian spritualitas profetik cenderung pro islam ortodoks yang dicurigai
ingin menempatkan diri pada diskursus islamisasi sains, yang dianggap sebagai
skpetisasi islam atas marxime dan pikiran barat lainya. Padahal kajian
sritualitas profetik dimaksudakan untuk menguak signifikasi spiritual profetik
dengan pengguna (user) paradigma keilmuawan dan paradigam pembangunan yang
selalu bergonta –ganti selama ini. Selain itu adanya gejala the othe under
depelovment adanya kengganan menempatkan a-quran, hadist dan pemikiran ulama
islam terdahulu sebagai pokok utama dalam mengontruksi teori dan konsep-konsep
terhadap disiplin keilmuannya. Hal ini terjadi ketika seseorang telah terjerat
captive mind yang berpayung pada ideology pemikir barat.
referensi, peribadi.2018.hand out book multimetode penelitian kualitatif.kendari
Football Betting Tips and Predictions - Best Betting Tips カジノ シークレット カジノ シークレット sbobet ทางเข้า sbobet ทางเข้า 889BetVictor Review 2021 – Trusted site and bonus
BalasHapus